THOUGHTS

Take your things into your dream It is not about running in life Maybe clockwise is wiser than you Ends is not about how you rotate it to fit you To think every single step in your dream In the aims you pursuing in life Mocking bird is more popular than a singer Every flag... Continue Reading →

Untuk Kekasihku,

Untuk kekasihku, Terima kasih untuk selalu membiarkanku berenang-renang di dalam dunia airku, dan kemudian menungguku ke permukaan untuk melihatku tersenyum dan tertawa,---maka tanganku takkan pernah kusembunyikan untuk memelukmu   nanchang, 2018 arini jhun

Teduh Depan Rumahku

tadi aku melihat kosong berjalan di depan sekolah. Kemudian berlari menjauh saat lonceng berbunyi. Saat istirahat dia datang lagi, ketika jam pulang sekolah dia memakai topi upacara. Aku tak bersekolah disitu, karena aku bukan anak sekolah--- Siapa dia? Siapa Aku?Semakin lama dunia semakin ramai. Sejak kecil aku tinggal di rumah hasil kerja keras orang tuaku.... Continue Reading →

PUISI, SATU KATA MENJADI SEJUTA MAKNA

Jika kita berbicara tentang puisi, yang hinggap di pikiran kita adalah karya sastra yang memiliki pemaknaan paling luas. Berada di era sastra kontemporer tentu membuat penulisan puisi begitu variatif, namun tak mengubah esensi puisi yaitu penggunaan kata-katanya yang mampu menggambarkan makna yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan jenis karya sastra lainnya. Satu katapun bisa mewakili... Continue Reading →

Menatap Telaga Sup

Aku menyukai wortel. Setiap membuat sup ayam aku pasti memasukkan wortel dan kentang. Aku sangat menyukai wortel daripada kentang, tapi selama menikah aku lebih banyak memasukkan kentang ke dalam sup. Itu karena suamiku sangat menyukai kentang. Aku mengenalnya sejak kuliah, berteman, berpacaran, dan akhirnya menikah. Dia orang yang lembut, santai  dan sangat pengertian. Sedangkan aku,... Continue Reading →

Pada Sebatas Rindu

Pada sebatas rindu, padamu Aku mengadu. Nikmat tatapan sangat terlalu. Menggoda tidur dan berlalu-lalu.Pada sebatas rindu, kucoba beradu. Menentramkan jiwa yang berpalu-palu. Meski berat meninggalkan halu-halu.Pada sebatas rindu, menetrasi menjadi gejolak palsu. Namun rasa selalu berpeluh. Dari tatapan yang tak bisa berlalu.Pada sebatas rindu, rasa yang tak bisa dibendung selalu. Tangan dan air mata menyapu-nyapu.... Continue Reading →

Yayi, Si Penulis yang Malas!

Kawan, kau memalingkan rona di wajahmu saat melihat rona di wajahku, bahkan mungkin di tubuhku. Entah itu tentang arogan, benci, iri, tidak percaya, tapi tetap saja itu buangan skala kecil di tempat sampah. Kau tetap pada lenggokmu, dan aku tetap pada duduk santaiku—bagimu ronamu, dan bagiku ronaku.Yayi merupakan seorang penulis. Dia sangat pendiam tapi kritis.... Continue Reading →

Perjalanan Menulis: Aku dan Alat Tulisku

Aku dan PensilAku suka sekali mengarang sejak kecil, entah ingatan mengaburkanku tentang kapan memulainya, tapi yang aku ingat waktu itu adalah aku duduk di kelas empat SD mungkin sebelumnya aku sudah tertarik menulis. Saat itu mungkin banyak yang bosan dengan tugas mengarang tentang liburan, selalu diberikan pada hari pertama sekolah setiap kali setelah liburan berakhir.... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑